SETIAP orang berhak untuk mempunyai cita-cita dan meraihnya. Menjadi seorang TNI adalah salah satu cita-cita yang diminati anak muda Indonesia. Meski berada dalam keterbatasan ekonomi, anak muda Indonesia ini berjuang keras guna mewujudkan cita-citanya menjadi seorangTNI. Siapa saja mereka? Berikut Litbang MNC Portal Indonesia (MPI) merangkumnya.
1. Prada Haidir Anam
Haidir Anam, seorang pemuda yang bekerja sebagai kuli bangunan, berhasil mewujudkan mimpinya sebagai seorang TNI melalui seleksi Calon Tamtama pada 2020. Pada awalnya, Anam merantau dari Cirebon ke Jakarta dan menjadi kuli bangunan di sekitar lokasi Markas Besar TNI AD. Ia bekerja sebagai kuli bangunan untuk menyambung hidup. Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa yang sering berolahraga dan beraktivitas di sekitar Markas Besar TNI AD melihat Anam sebagai kuli bangunan yang pekerja keras.
Ketika pendaftaran seleksi Calon Tamtama pada 2020 dibuka, Jenderal Andika mengarahkan Anam untuk mengikuti tes tersebut. Tanpa pikir panjang, Anam mempersiapkan keperluan tes. Selama mempersiapkan diri, Anam menjalani latihan fisik dengan serius dengan dibantu oleh temannya sesama kuli bangunan, Sandi. Hingga akhirnya ia dinyatakan lulus menjadi prajurit TNI AD. Senin (26/7/2021) Prada Haidir Anam yang baru saja menyelesaikan pendidikannya, mendapat wejangan dan arahan dari Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa.
2. Letda Samsul Huda
Samsul Huda adalah adalah lulusan terbaik dari Angkatan Laut (AL) pada 2017. Ia mendapat penghargaan Adhi Makayasa yang langsung diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Samsul bukanlah berasal dari keluarga yang berada, ia hanya anak petani yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur. Kakak Samsul yang merupakan bintara TNI memperkenalkan Samsul dengan TNI AL. Sang kakak terus memotivasi Samsul agar masuk akademi. Pada 2011, Samsul pernah gagal masuk akademi dan membuatnya putus asa. Namun melihat orang tuanya yang terus meberikan dukungan, Samsul kembali semangat. Ketika 2013, ia mencoba mendaftar kembali dan akhirnya masuk akademi.
3. Letda Satya PD
Pada 25 Juli 2017, Letda Satya PD bersama 729 perwira remaja TNI-Polri dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Untuk menjadi seorang TNI AL tidaklah mudah bagi Satya. Pemuda asal Surabaya ini harus bekerja keras demi meraih cita-citanya. Sebelum menjadi anggota TNI AL, Satya bekerja sebagai loper koran dan sales supermarket. Ia pernah mencoba seleksi tiga kali, namun belum berhasil. Pada akhirnya seleksi yang keempat, Satya berhasil lulus seleksi TNI AL.
4. Letda Hafid Bahtiar
Hafid Bahtiar adalah lulusan Akademi Militer (Angkatan Darat) 2018. Kedua orangtua Hafid adalah pedagang gorengan. Namun hal itu tidak membuat Hafid menyerah. Menjadi Taruna Akmil adalah keinginannya sendiri. Hafid telah mendaftar 2 kali sebagai Taruna Akmil pada tahun 2013 dan tahun 2014 dan akhirnya dinyatakan lulus pada tahun 2014.
5. Letda Irwanda Wicaksono
Pekerjaan orang tuanya sebagai petani tidak membuat Irwanda Wicaksono menyerah dan putus asa. Ia berhasil masuk akademi militer dan lulus menjadi perwira TNI AL. Menurutnya, semua ini adalah hasil kerja keras orang tuanya yang merupakan seorang petani di Desa Wayakan, Gunungan Sawangan, Magelang. (Diolah berbagai sumber/Tika Vidya Utami/Litbang MPI)
(Erha Aprili Ramadhoni)