PIDIE JAYA - Masjid Pucok Krueng Beuracan, yang terletak di Desa Teupin Peuraho, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh merupakan salah satu peninggalan sejarah penyebaran agama Islam di tanah Rencong Aceh. Keunikan dari masjid ini terbuat dari bahan kayu jati.
Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, ada dua masjid yang berbahan kayu jati yang di bangun pada masa masuknya budaya Islam di Serambi Mekkah Aceh.
Baca juga: Kisah Wanita Sekampung Menganyam Tikar Lanjutkan Tradisi Nenek Moyang
Masjid kuno yang terletak di pinggir jalan nosional lintas medan - Banda Aceh tepatnya di Desa Teupin Peuraho, Kecamatan Meureudu, merupakan salah satu dari beberapa masjid lain yang berbahan kayu jati yang di bangun oleh Syekh Abdul Salim yang dikenal dengan Tengku Pucok Krueng, Syekh Jamaluddin, dan beberapa pengikutnya.
Masjid ini memiliki kesamaan dengan masjid di Madinah yang juga merupakan masjid kuno yang ada di Kabupaten Pidie Jaya, yakni atap tumpeng atau sirap yang menjadikan ciri khas motif Aceh.
Baca juga: Menanti Selesainya Museum Alquran Kuno di Aceh
Selain itu, masjid ini juga merupakan salah satunya masjid panggung yang di bangun pada masa masuknya budaya Islam ke wilayah Kesultanan Iskandar Muda.
Meski masjid ini sudah dilakukan beberapa kali renovasi, namun bangunan utama berupa tempat sholat utama dan atap masjid berbentuk tumpeng masih tetap di pertahankan hingga sekarang.