"Tantenya tak mengetahui sama sekali kalau YF ini bukan merupakan Satpol PP, tantenya menjadi saksi dan tantenya baru sadar kalau keponakannya ini menipu dan dia pun ditipu oleh pelaku karena tantenya ini kan tinggal sama-sama di dalam satu rumah," jelasnya.
Yusri menambahkan, pelaku membuat dokumen palsu dan stampel yang dia contoh dari media sosial, apalagi pelaku ini merupakan Sarjana Informatika dan Komputer sehingga mudah membuatnya. Sedangkan seragam dan peralatan lainnya dia beli di Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Baca juga: Anies: Pandemi Covid-19 Menjadikan Terang Benderang, Siapa Pejuang dan Penjahat Kemanusiaan
(Fakhrizal Fakhri )