Mendapati dirinya diperlakukan seperti itu oleh sebagian masyarakat Indonesia, Soekarno mengaku sangat senang. Karena dengan begitu, dia merasakan wibawanya sebagai pemimpin semakin kuat.
Hal itu dengan tegas dia ungkapkan saat dirinya dianggap penjelmaan Dewa Wisnu oleh orang Bali. Menurut Soekarno, pemujaan yang begitu besar terhadap dirinya membuktikan bahwa rakyat mencintainya.
Kecintaan rakyat Indonesia terhadap Soekarno tampak sangat nyata ketika Proklamator Indonesia itu meninggal dunia. Awan hitam tampak menyelimuti langit Indonesia, kesedihan rakyat sangat terasa.
Masyarakat Indonesia percaya, hingga kini sosok Soekarno masih hidup dan berada di tengah-tengah mereka. Penjelmaan sosok Soekarno itu berada dalam setiap ajaran-ajarannya yang terus digali hingga kini.
Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi tentang sosok lain Presiden Soekarno yang sangat melegenda diakhiri. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat luas kepada para pembaca sekalian.
Sumber tulisan:
Cindy Adams, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Edisi Revisi, Yayasan Bung Karno, Media Pressindo, Cetakan Kedua 2011.
Bakri AG Tianlean, Bung Karno antara Mitos dan Realita (Dana Revolusi Indonesia), Komite Penegak Keadilan dan Kebenaran, Cetakan Pertama November 2002.
Anjar Any, Menyingkap Tabir Bung Karno, Aneka Ilmu, Edisi Revisi.
(Qur'anul Hidayat)