Kemudian, sambung Rahayu, dari satu sisi tidak mungkin orang bisa suka atau tidak suka kalau seseorang tersebut tidak popular. Tapi, kalau bicara soal tingkat kesukaan, kalau tidak dikenal atau tidak disukai istilahnya unfamous.
“Bicara tentang likeability, bukan popular namanya unfamous, nggak dikenal dan nggak disukai. Jadi, saya rasa ini menjadi catatan ke depan, khususnya partai yang ada di parlemen melihat,” ujarnya.
Selain itu, mantan anggota DPR ini juga melihat elektabilitas berdasarkan partai, dia melihat bahwa angkanya sangat berubah-ubah perolehannya. Bahkan, NasDem juga tiba-tiba 3,1% ini. Kalau ada perwakilan Partai Nasdem di sini mungkin kaget.
“Nasdemnya kebetulan nggak hadir kalau hadir bisa jantungan. Apalagi kalau dengan sistem pemilu yang berlaku dengan parliamentary threshold yang belum berubah,” terang Rahayu.
(Sazili Mustofa)