Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gerindra: Negara Tak Butuh Pejabat Medioker dan Laporan “Asal Bapak Senang”

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Jum'at, 10 April 2026 |09:41 WIB
Gerindra: Negara Tak Butuh Pejabat Medioker dan Laporan “Asal Bapak Senang”
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Azis Subekti (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti meminta agar tidak ada lagi jajaran pembantu presiden yang berkarakter medioker dan menyampaikan laporan “asal bapak senang”. Ia menegaskan, bahwa negara tidak membutuhkan laporan yang “indah” di atas kertas.

Azis menilai stabilitas ekonomi tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kejujuran dalam eksekusi di lapangan. Menurutnya, masih ada pejabat yang kurang berani bersikap jujur dalam menjalankan tugas.

"Jangan ada lagi pembantu presiden dan jajarannya yang berkarakter medioker serta berperilaku ‘asal bapak senang’. Negara ini tidak membutuhkan laporan yang indah di atas kertas, tetapi rapuh di lapangan. Tidak membutuhkan rapat yang penuh angka keberhasilan, tetapi miskin kejujuran atas kesulitan," ujar Azis kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).

Azis juga mengapresiasi taklimat Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kerja kabinet di Istana Negara pada 8 April 2026 yang menekankan disiplin anggaran dan keberpihakan pada ekonomi rakyat. Menurutnya, arah kebijakan tersebut sudah tepat, namun tantangan terbesar terletak pada karakter pelaksanaan di level teknis.

Untuk itu, ia meminta para menteri dan kepala lembaga agar lebih berani menyampaikan hambatan nyata, bukan sekadar menyajikan angka keberhasilan.

“Biasakan menyampaikan kesulitan yang memerlukan terobosan dan koordinasi dalam eksekusi kebijakan, bukan hanya angka keberhasilan yang menenangkan. Karena hanya dari kejujuran itulah kebijakan bisa diperbaiki,” tegasnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement