Selain itu, Azis juga menyoroti maraknya narasi menyesatkan dan hoaks yang menyebut ekonomi nasional sedang runtuh. Menurutnya, kritik memang diperlukan dalam demokrasi, namun kritik tanpa dasar data justru dapat menggerus kepercayaan publik yang menjadi fondasi investasi.
"Kita melihat klaim bahwa ekonomi runtuh, bahwa negara kehilangan kendali, narasi yang terdengar kuat, tetapi rapuh ketika diuji. Hoaks memperkeruhnya, emosi mempercepatnya,” tambahnya.
Azis menilai tidak ada stabilitas yang kokoh tanpa kepercayaan. Stabilitas yang dimiliki Indonesia saat ini, menurutnya, baru sebatas modal waktu. Transformasi nyata hanya dapat terjadi jika pemerintah mengedepankan kualitas dan kejujuran dalam setiap langkah eksekusi.
"Jika stabilitas tidak diikuti oleh kejujuran dalam eksekusi, maka ia hanya akan menjadi ketenangan yang menunda masalah," ujarnya.
"Jika disiplin dijaga, keberanian untuk jujur dihidupkan, dan kualitas pelaksanaan diperbaiki, maka arah yang sudah benar ini tidak hanya akan menjaga kita tetap berdiri, tetapi juga membawa kita benar-benar melangkah,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.