”Semua pasien yang awalnya dirawat di dalam tenda sudah dipindahkan ke ruang perawatan yang tersedia, dan pasien yang dirawat mulai menurun,” ujarnya.
Kusnanto menerangkan pada awal mula dalam PPKM Darurat Tahap 1 hanya memerintahkan untuk membongkar sebanyak 1 tenda triase saja dalam hal ini. Namun ketika memasuki masa PPKM Darurat Tahap 2, pihaknya melaporkan bahwa tingkat BOR di Rumah Sakit berplat merah ini sudah sangat menurun.
Untuk itu, hasil evaluasi dari pemerintah dengan jumlah kasus yang menurun dan pasien warga yang terpapar datang kerumah sakit sudah mulai berkurang, maka hari ini dilakukan pembongkaran.
”Sekarang akses masyarakat ke IGD sudah bisa digunakan lagi, dan tidak sepenuh beberapa waktu lalu,” tegasnya.
(Sazili Mustofa)