Soekarno juga belajar bahasa Belanda dengan temannya, gadis Belanda yang bernama Mien Hessel. Alhasil, kemampuan bahasa Belandanya semakin lancar.
Ketika di rumah Tjokroaminoto, Soekarno semakin gemar membaca buku tentang biografi tokoh negarawan dunia. Semua waktu luangnya dihabiskan untuk membaca buku yang dia sukai tersebut.
Dari sinilah awal rasa nasionalisme Soekarno mulai tumbuh subur. Terlebih lagi, ketika itu dia juga mendengarkan diskusi tokoh-tokoh pergerakan nasional yang berkumpul di rumah Tjokroaminoto. Tentu saja, Soekarno tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berdialog dengan tokoh-tokoh tersebut. (din)
(Rani Hardjanti)