Menurut Kasal industri pertahanan dalam negeri, dalam hal ini galangan kapal nasional harus mampu menciptakan inovasi-inovasi baru dan meningkatkan kemampuannya.
Tujuannya, tiada lain agar dapat berkompetisi di pasar global melalui peningkatan kapasitas produksi, manajemen serta teknologi modern agar mampu bersaing dengan kompetitor dari luar negeri.
“Kita tunjukkan kepada bangsa lain, bahwa kita mampu berdiri di atas kaki sendiri sambil terus mengejar ketertinggalan yang sudah terjadi selama ini. Bangsa Indonesia harus menjadi kompetitif dan mampu bersaing ditataran Internasional, termasuk dalam Industri perkapalan,” kata Yudo.
KRI Pollux-935 merupakan jenis kapal Patroli Cepat (PC) 40 meter yang memiliki spesifikasi panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, tinggi 4,25 meter dan draft 2,20 meter. Kapal ini pun memiliki bobot seberat 220 ton.
Adapun Kecepatan maksimumnya adalah 27 knots, kecepatan jelajah 20 knots dan kecepatan ekonomis 15 knots. Kapal perang ini juga dipersenjatai meriam 30 mm dan 12,7 mm serta mampu mengangkut sebanyak 37 ABK.
Untuk diketahui, pemberian nama Pollux pada kapal tersebut berdasarkan nama bintang yang paling terang dan paling mudah dikenali dalam rasi bintang Gemini.
Turut hadir dalam kegiatan ini Koorsahli KSAL Laksda Robert Tappangan Asrena KSAL Laksda TNI Muhammad Ali Danlantamal IV Laksma TNI Indarto Budiarto Danguskamla Koarmada I Laksma TNI Haris Bima Bayu Seto, Danlanal Batam Kolonel Laut (P) Sumantri K, serta sejumlah pejabat lainnya.
(Sazili Mustofa)