NEW YORK - Sebuah kota di wilayah barat daya Afghanistan menjadi ibu kota provinsi pertama yang jatuh ke tangan Taliban semenjak kelompok militan ini melancarkan serangan besar-besaran awal tahun ini.
Para pejabat setempat mengatakan Taliban telah merebut Zaranj, di Provinsi Nimroz, yang merupakan pukulan telak bagi pasukan pemerintah.
Kelompok pemberontak terus membuat kemajuan pesat di seluruh negeri ketika pasukan asing mundur. Mereka menguasai kawasan pedesaan dan saat ini menargetkan kota-kota utama.
BACA JUGA: Afghanistan Salahkan AS Atas Situasi Keamanan yang Memburuk
Beberapa ibu kota provinsi lainnya, yang saat ini berada di bawah tekanan, di antaranya Herat di wilayah barat, dan kota-kota di daerah selatan, seperti Kandahar dan Lashkar Gah.
Utusan khusus PBB untuk Afghanistan, Deborah Lyons, pada Jumat (6/8/2021) mengatakan perang di sana telah memasuki "fase baru, lebih mematikan, dan lebih merusak", dengan lebih dari 1.000 warga sipil tewas dalam sebulan terakhir.
BACA JUGA: Taliban Ancam 'Jihad' Jika Turki Tak Angkat Kaki dari Afghanistan
Dia memperingatkan bahwa negara itu tengah menuju "malapetaka", dan meminta Dewan Keamanan PBB supaya mengeluarkan "pernyataan jelas bahwa serangan terhadap kota-kota harus dihentikan sekarang juga".
Belakangan, pada Jumat, pemerintah Inggris menyarankan semua warganya di Afghanistan untuk meninggalkan negeri itu karena situasi keamanan memburuk.
Kota 'jatuh tanpa ada perlawanan'
Kelompok Taliban mengklaim kemenangan di Zaranj - pusat perdagangan utama di dekat perbatasan Iran - dalam sebuah unggahan yang dibagikan di Twitter.
"Ini adalah permulaan, dan lihat bagaimana provinsi-provinsi lainnya segera jatuh ke tangan kita," kata seorang komandan Taliban kepada Kantor berita Reuters.
Foto-foto yang diunggah di media sosial memperlihatkan warga sipil menjarah barang-barang dari gedung-gedung pemerintah.
Beberapa anggota pemberontak Taliban difoto di dalam bandar udara setempat dan berpose di ruas jalan yang mengarah ke kota.
Mereka terus berupaya merebut kota itu setelah merebut beberapa distrik di sekitarnya.
Namun demikian, Wakil Gubernur Nimroz, Roh Gul Khairzad mengatakan kepada wartawan bahwa Zaranj jatuh "tanpa perlawanan".
Dia dan pejabat lokal lainnya mengeluhkan kurangnya bantuan dari pemerintah Afghanistan.