Kemudian awan panas juga keluar dari puncak Merapi pada pukul 07.46 WIB yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 38 mm dan durasi 77 detik. Jarak luncur 1.000 m ke arah barat daya (Kali Bebeng). Kolom asap teramati setinggi 500 m di atas puncak condong ke barat.
"Awan panas guguran Merapi kembali terjadi pada pukul 8.32 WIB terekam di seismogram dengan amplitudo 64 mm dan durasi 142 detik. Jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya," bebernya.
Kendati pagi ini Merapi memuntahkan awan panas hingga 4 Km, namun status Merapi masih siaga atau level III.
"Status masih siaga atau level III, jika ada perubahan status akan kami disampaikan," tandas dia.
Dengan kondisi Merapi saat ini, maka potensi bahaya yang mungkin terjadi berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Untuk itu, masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Yang lainnya juga demikian seperti penambangan di alur sungai yang berhulu di Merapi untuk dihentikan, dan aktivitas wisata dan kegiatan warga pada jarak lebih dari 5 km dari puncak Merapi, " pungkasnya.
(Rahman Asmardika)