Kisah Majapahit Menjalin Persahabatan dengan Kerajaan China hingga India

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 10 Agustus 2021 07:32 WIB
Foto: Illustrasi Sindo
Share :

Selain Prasasti Balawi, pada Kakawin Nagarakrtagama (1365 M) digambarkan kegiatan perdagangan yang melibatkan para pedagang asing, dan suasana pasar ketika para pedagang asing melakukan transaksi dagang.

Selain itu, dalam Kakawin Nagarakrtagama pupuh XV/1 juga disebutkan persahabatan antara Majapahit dengan negara-negara asing yaitu:

“...nakan/lwir ning deçantara kacaya de çri narapati, tuhun/tang syangkayodyapura kimutang dharmmanagari marutma mwang ring rajapura nuniweh sinhanagari, ri campa kambojanyat i yamana mitreka satata...”.

Dalam pupuh XV/1 ini disebutkan negara-negara asing dari Syangkayodyapura, Dharmmanagari, Marutma, Singhanagara, Campa, Kamboja,

Majapahit juga mengikat hubungan persahabatan dengan Jambudwipa, Kamboja Cina, Yamana, Campa, Karnnataka, Goda, dan Siam. Para tamu asing yang mengarungi lautan bersama para pedagang, resi, dan pendeta merasa puas dan senang menetap di Majapahit, sebagaimana digambarkan dalam pupuh LXXXIII/4: yaitu

“...hetunyanantara sarwwajana tka sakenanyadeça prakirnna nang jambudwipa khamboja cina yamana len/cempa kharnnatakadi, goda mwang syangka tang sankanika makahawan/putra milwina wanika sök, bhiksu mwang wipra mukyan hana tka sinuman/bhoga trstan pananti...”

Artinya kurang lebih yaitu “...itulah alasannya mengapa tanpa henti semua orang datang dari negara lain tak terkecuali dari Jambudwipa (India), Kamboja, Cina, Yamana (Annam), serta Campa, Karnnataka (India Selatan), Goda (Gauri), dan Syangka (Siam) yang berangkat dari tempat asalnya dengan naik kapal bersama-sama dengan pedagang. Kaum bhiksu dan wipra juga berkunjung ke sini (Majapahit). Pada saat kedatangannya, mereka disambut dengan baik dan hangat...”

Selain berhubungan dagang dan menjalin persahabatan dengan negara-negara asing, sejarah berdirinya Majapahit juga tidak lepas dari keberadaan orang-orang Tatar. Tujuan orang-orang Tartar datang ke Pulau Jawa adalah untuk menghukum Raja Jawa yaitu Kertanegara, yang telah melukai wajah utusan Kaisar Kublai Khan. Pada Kitab Pararaton disebutkan cerita Raden Wijaya yang bersekutu dengan tentara Tartar untuk melawan Jayakatwang di Daha. (din)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya