Vaksin Covid-19 Ditukar Larutan Garam, 8.600 Warga Jerman Diminta Vaksinasi Ulang

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 12 Agustus 2021 12:44 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

BERLIN – Ribuan orang di Jerman utara pada Selasa (10/8/2021) diimbau untuk disuntik ulang vaksin Covid-19 setelah penyelidikan polisi menemukan bahwa seorang perawat Palang Merah kemungkinan menyuntik mereka dengan larutan garam.

Perawat itu diduga menyuntikkan larutan garam ke lengan orang-orang, bukan dosis asli vaksin Covid-19 di pusat vaksinasi di Friesland, distrik pedesaan dekat pantai Laut Utara, pada awal musim semi, demikian diwartakan Reuters.

BACA JUGA:Jerman Akan Hentikan Tes Gratis Covid-19 pada Oktober  

"Saya benar-benar terkejut dengan episode ini," kata anggota dewan lokal. Sven Ambrosy dalam komentarnya di Facebook. Hal itu disampaikan Ambrosy ketika pihak berwenang setempat mengeluarkan panggilan kepada sekitar 8.600 warga yang mungkin terkena dampak.

Meskipun larutan garam tidak berbahaya, kebanyakan orang yang divaksinasi di Jerman pada Maret dan April, ketika rangkaian penyuntikan yang dicurigai terjadi, adalah orang tua yang berisiko tinggi terkena penyakit virus yang berpotensi fatal.

Penyelidik polisi Peter Beer, berbicara sebelumnya pada konferensi pers yang diliput oleh media Jerman, mengatakan bahwa berdasarkan pernyataan saksi ada "kecurigaan yang masuk akal tentang bahaya".

BACA JUGA: 2.500 Warga India Jadi Korban Vaksin Palsu Berisi Larutan Garam

Motif perawat, yang tidak disebutkan namanya, tidak jelas tetapi dia telah mengungkapkan pandangan skeptis tentang vaksin di posting media sosial, kata penyelidik polisi.

Tidak segera jelas apakah tersangka telah ditangkap atau didakwa dalam kasus tersebut, yang menurut penyiar NDR telah diserahkan ke unit khusus yang menyelidiki kejahatan bermotif politik.

Polisi setempat menolak berkomentar di luar jam kerja normal.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya