"Yang bersangkutan bahkan berusaha untuk memecah kaca jendela mobil dengan menggunakan rokok elektrik yang sudah direbut dari petugas imigrasi," tuturnya.
Karena sikap agresif tersebut, salah satu petugas imigrasi mengalami luka lebam hingga berdarah di bagian bibir sebelah kiri. Lantas, petugas imigrasi kemudian mencoba menenangkan Ibrahim dengan menahan kepala dan tangannya seperti yang videonya viral di medsos.
"Dan setibanya di Kantor Imigrasi Jaksel, saudara Ibrahim baru bersedia menunjukkan kartu identitasnya, maka dari kartu ini baru diketahui bahwa yang bersangkutan adalah salah satu pejabat diplomat Kedubes Nigeria di Jakarta," ucap Ibnu.
Setelah mengetahui status Ibrahim adalah Diplomat Nigeria, petugas imigrasi lantas berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Kemenlu langsung melakukan verifikasi dan memberikan konfirmasi status Ibrahim sebagai diplomat serta menjelaskan hak-haknya.
Ibnu mengatakan, pihaknya juga telah menerima dari Kemenlu terkait salinan dokumen Keimigrasian dan status diplomatik Ibrahim. Status Diplomat Ibrahim tersebut, ditekankan Ibnu, baru diketahui pihaknya setelah sempat terjadi cekcok.
Kesalahpahaman tersebut, diklaim Ibnu, sudah diselesaikan dengan damai. Ibrahim dengan petugas imigrasi telah sepakat berdamai. Hal tersebut disaksikan langsung oleh Dubes Nigeria untuk Indonesia.
"Maka pertemuan dengan Dubes Nigeria berlangsung dalam suasana amat baik. Bahkan masing-masing telah menyatakan perdamaiannya dan masing-masing telah jabat tangan sebagaimana foto dokumen yang teman-teman dapatkan," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)