Untuk keperluan tiang bendera, Sudiro memerintahkan kepada S.Suhud, Komandan Pengawal Rumah Soekarno untuk mencari tiang bendera. Suhud mendapatkan sebatang tiang bambu dari belakang rumah dan menanamnya di dekat teras, dan kemudian diberi tali.
Ia lupa bahwa di depan rumah ada dua tiang bendera dari besi yang tidak terpakai. Ini dapat dimaklumi barangkali mengingat suasana yang panik dalam waktu itu. Di tempat lain Fatmawati mempersiapkan bendera yang dijahit dengan tangan dan ukuran yang tidak standar.
Sementara suasana semakin panas, para pemuda mengehendaki agar pembacaan teks proklamasi segera dilaksanakan, karena mereka sudah tidak sabar lagi dan memang 10 sudah menunggu sejak pagi. Mereka mendesak Muwardi agar mengingatkan Soekarno mengingat hari semakin siang. Namun Soekarno menolak jika ia harus melaksanakannya sendiri tanpa Hatta. Hal itu terungkap dalam buku "Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan : 1945-1998" karya Dr. Aman, M.Pd, 2015.
Suasana menjadi tegang karena Muwardi terus mendesak Soekarno untuk segera membacakan teks proklamasi tanpa harus menunggu kehadiran Hatta. Untunglah lima menit sebelum pelaksanaan upacara Hatta datang dan langsung menemui Soekarno untuk segera melaksanakan upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia.