Risiko Covid-19 di Jabar Paling Tinggi, Ridwan Kamil: Penduduknya Sebesar Korsel

Agung Bakti Sarasa, Jurnalis
Selasa 17 Agustus 2021 14:24 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Pemprov Jabar)
Share :

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Provinsi Jabar menghadapi risiko paling tinggi di dalam penanganan pandemi Covid-19.

Menurutnya, besarnya jumlah penduduk Jabar yang mencapai hampir 50 juta jiwa menjadi salah satu faktor penyebab tingginya risiko yang dihadapi. Di sisi lain, kata Kang Emil, anggaran penanganan yang tersedia sangat minim.

"Jabar dari konteks risiko paling tinggi karena jumlah penduduknya sangat besar, hampir 50 juta jiwa, sebesar Korea Selatan (Korsel) atau dua kali penduduk Australia, tapi budget hanya 1 persen dari Korea Selatan," ungkap Ridwan Kamil saat menjadi pembicara dalam Webinar Festival Indonesia Tangguh 2021 yang disiarkan langsung MNC Portal Indonesia, Selasa (17/8/2021).

Faktor penyebab lainnya, lanjutnya, yakni karekateristik Jabar yang homogen. Menurutnya, meski memiliki wilayah perkotaan, namun lebih banyak wilayah pedesaan di Jabar, sehingga aksesibilitas menjadi tantangan lain yang harus dihadapi.

"Kami terus berjibaku. Tangan kiri masalah kesehatan, tangan kanan masalah ekonomi. Makanya, ada istilah gas rem, tarik ulur, itulah rutinitas yang kami hadapi setiap hari," ungkapnya.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun mengungkapkan bahwa solusi dalam penanganan pandemi Covid-19 tidak selalu dapat diterima hingga menimbulkan dinamika sosial di tengah-tengah masyarakat, sepertihalnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga : Ridwan Kamil Minta Media Beritakan Kabar Gembira Terkait Covid-19

"Solusi itu tidak selalu manis. Masyarakat ingin obat batuk rasa strawberry, tapi adanya obat batuk pahit. Memang pahit, tapi bisa menyembuhkan, salah satu obat batuk pahit adalah PPKM," katanya.

"Jadi kami simpulkan PPKM dengan dinamika ini berhasil mengatasi kepadatan, kerumunan, sehingga puncaknya sudah terlewati," sambung Kang Emil menegaskan.

Meskipun banyak dinamika yang dihadapi Jabar dalam penanganan pandemi Covid-19, namun Kang Emil mengaku bersyukur karena Jabar kini telah melewati kondisi darurat Covid-19 yang ditandai dengan semakin membaiknya penanganan kesehatan maupun ekonomi.

"Setelah kedaruratan ini selesai, kita mencari inovasi agar lebih terkendali, salah satunya memperbanyak tracer, satu tracer satu RT untuk memilah orang sakit di antara orang-orang sehat," jelas Kang Emil.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya