JAKARTA - Upacara pengibaran bendera Merah Putih pada HUT ke-76 RI di Istana Merdeka, Jakarta dimeriahkan dengan atraksi pesawat tempur. Langit Istana dihiasi atraksi fly pass pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (AU) dan aksi pembentangan bendera merah putih berukuran raksasa dari rangkaian helikopter 'Nusantara Flight'.
Momen tersebut terjadi pada saat upacara detik-detik proklamasi yang digelar di Istana Negara, pagi tadi. Dalam kesempatan ini, dua pimpinan dari atraksi tersebut membagikan pengalaman persiapannya. Ternyata, misi penerbangan pesawat tempur F-16 dari 'Garuda Flight' tak memakan waktu yang cukup lama.
"Latihan kita total dari sejak persiapan, sejak perintah kami terima untuk F-16 kurang lebih 2 minggu kami melaksanakan persiapan," kata Letkol Pnb Agus Dwi Aryanto dalam sesi wawancara yang disiarkan di akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (17/8/2021) sore.
Baca Juga: Panjat Pinang, Lomba Sarat Sejarah yang Dilarang Digelar Tahun Ini
Agus menceritakan, selama dua minggu itu, tim 'Garuda Flight' telah melakukan sejumlah persiapan. Mulai dari gladi parsial di Lanud Iswahyudi, sampai akhirnya bergabung dengan tim di Jakarta untuk melaksanakan gladi kotor dan gladi bersih di langit Ibu Kota Negara.
Baca Juga: Fenomena "Pesan Tanggal Melahirkan" di Cirebon, 17 Bayi Lahir saat 17 Agustus
Berbeda dengan tim 'Garuda Flight', enam rangkaian helikopter yang membawa bendera merah putih berukuran 20x 30 meter ini ternyata memiliki persiapan yang lebih lama. Hal itu lantaran tim Nusantara Flight ini harus benar-benar memperhatikan bendera merah putih yang dibawanya tersebut.
"Dapat kita lihat sendiri bahwa ukuran bendera saja lebih besar dari helikopter yang membawa bendera tersebut. Persiapan sudah kita lakukan 3 bulan yang lalu," ujar pimpinan tim Nusantara Flight, Letkol Ahmad Mauludin Mulyono.
Adapun, sejumlah persiapan yang dilakukan diantaranya seperti; uji bendera sendiri atau disebutnya sebagai uji dinamis, kemudian menguji bagaimana bendera itu bisa berkibar dengan sempurna, dan dilanjutkan dengan uji ketahanan bendera raksasa.
"Di mana bendera ini kita terbangkan dengan waktu tertentu dan dia bisa kuat tahan dengan waktu yang sudah kita rencanakan. Kemudian awal Agustus kita lakukan latihan parsial di Bogor, kemudian kita gladi dilaksanakan di Lanud Halim Jakarta," tutur dia.
(Arief Setyadi )