Kala itu, Gus Dur dikenang kerap datang dengan membawa segepok map berisi makalah dan fotokopi kliping sebagai bahan ceramahnya.
Pada 1985, diceritakan oleh KH Husein Muhammad dalam bukunya Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus (2015), Gus Dur pernah menyambangi sahabatnya, KH Muhammad Jinan di Gunung Balak Lampung. Gus Dur menggunakan bus menuju Lampung kemudian meneruskan perjalanan dengan angkot.
Baca juga: Kisah Cinta Gus Dur dan Sinta, Sampai Akhir Hayat
Gus Dur juga berjalan kaki sejauh 4 kilomenter untuk bisa menuju pesantren tersebut. Jalanan yang dilalui Gus Dur menuju pesantren hanya setapak.
Sifat kezuhudan Gus Dur bagi Kiai Husein merupakan wujud nyata atas kedalaman ilmu Gus Dur dalam kehidupan sehari-hari. Sebab itu Kiai Husein sendiri menjuluki Gus Dur sebagai Sang Zahid, manusia dengan sifat zuhud yang tinggi.
Baca juga: Kisah Gus Dur : Murid Berbakat yang Ditolak Kuliah di Belanda
Pengembaraan Gus Dur dalam menyelami setiap detak kehidupan menjadi alasan untuk meraup sebanyak-banyaknya hikmah sehingga dirinya tidak peduli dengan identitas sosialnya ketika harus berjejal dengan masyarakat umum di bus maupun angkot.
(Fakhrizal Fakhri )