JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti menjelaskan, ada 200.000 vaksin Moderna yang akan diperuntukkan bagi warga DKI Jakarta, di mana diprioritaskan warga yang mengalami immunocompromised.
“Jadi, sebanyak 200.060 akan diperuntukkan bagi warga di DKI Jakarta dengan prioritas warga yang mengalami immunocompromised, tetapi kami tidak menutup kemungkinan hal lain terkait status kesehatan. Jadi, akan ada 35 faskes (fasilitas kesehatan) di DKI Jakarta yang akan memberikan pelayanan tersebut,” ungkap Widyastuti di Balai Kota DKI, Jumat (20/8/2021).
Salah satu penerima vaksin Moderna, Gabriella, mengungkapkan kemudahan mendaftar vaksinasi untuk kelompok autoimun di DKI Jakarta.
Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Sinergi dan Kolaborasi Penanganan Pandemi Covid-19
Menurutnya, vaksinasi yang efektif bagi kelompok autoimun ini sangat penting, apalagi di Jakarta ke depan akan menggunakan sertifikat vaksinasi ketika akan berkegiatan.
“Saya tahu dari selebaran yang dikirim dari teman-teman, untuk penyintas autoimun bisa daftar di link tersebut. Setelah konsultasi ke dokter dan dokter beri approval, maka saya daftar dan di sini lengkap dilakukan screening yang baik, sehingga saya diputuskan bisa divaksin,” jelasnya.
“Saya berharap orang yang punya autoimun atau komorbid, cek dulu ke dokter apakah mereka betul-betul bisa divaksin apa tidak, dokter konsultasi dan beri approval. Apabila oke dari dokter, maka vaksin, karena sekarang tanpa vaksin kita gak bisa ke mana-mana, terutama di Jakarta, di mana naik angkutan umum butuh keterangan sudah vaksin, masuk tempat perbelanjaan butuh itu juga, dan lain-lain,” tutupnya.
(Sazili Mustofa)