ANAK dari Kerajaan Samudera Pasai dan Kerajaan Majapahit ternyata saling mencintai walaupun berbeda keyakinan. Putri dari kerajaan Majapahit, Radin Galuh Gemerencang jatuh cinta kepada Tun Abdul Jalil atau Sultan Ahmad al-Zahir. Ia juga menaruh hati kepada kecantikan putri raja Majapahit itu.
Mengetahui hal itu, Sultan Ahmad Malik al-Zahir menyuruh anak buahnya untuk menghabisi nyawa putra keduanya tersebut, dan membuang jenazah Tun Abdul Jalil ke tengah laut. Hal itu terungkap dari buku "Ensiklopedia Kerajaan Islam Di Indonesia, Binuko Amarseto".
Baca juga: Daftar Kerajaan Islam Penguasa Nusantara, Kuat di Politik Rajai Perdagangan
Radin Galuh Gemerencang yang sangat merindukan Tun Abdul Jalil, kemudian pergi bersama para pengawal menuju ke Pasai. Sesampainya di Pasai, Radin Galuh Gemerencang terkejut setelah mendengar berita bahwa sang putra mahkota meninggal dengan tragis di tangan ayahnya sendiri.
Baca juga: Mengenal Perlak, Kerajaan Islam Tertua di Nusantara
Karena tidak kuasa menahan kesedihan, sang putri kemudian ikut menenggelamkan diri di tempat jenazah Tun Abdul Jalil ditenggelamkan.
Rombongan pengawal Radin Galuh Gemerencang yang tersisa kembali ke Jawa dan melaporkan kematian sang putri kepada Raja Majapahit. Mendengar berita tragis dan kebiadaban dari Raja Pasai, Raja Majapahit geram dan mengirim pasukan untuk menggempur kerajaan Pasai.
Dalam peperangan itu, Kerajaan Pasai akhirnya kalah dan Sultan Ahmad al-Zahir mengungsi ke daerah bernama Menduga yang berjarak kurang lebih lima belas hari perjalanan kaki dari Pasai.
Sementara itu, pasukan Majapahit yang telah menaklukan kerjaan Pasai dan mengambil harta rampasan kemudian berlayar kembali ke Jawa. Dalam perjalanannya, pasukan Majapahit juga sempat menaklukkan kerajaan Jambi dan Palembang. (din)
(Rani Hardjanti)