Wapres ke MUI: Perbedaan Jadi Sumber Konflik Ketika Diintervensi Hawa Nafsu

Fahreza Rizky, Jurnalis
Rabu 25 Agustus 2021 14:53 WIB
Wapres Maruf Amin (Foto: Sindo)
Share :

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin ormas Islam anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap bersatu kendati dalam beberapa hal menjumpai perbedaan. Ia tak ingin perbedaan ini menjadi momok yang mengusik kebersatuan.

"Perbedaan-perbedaan yang ada di ormas sebetulnya bukan sesuatu yang harus menjadi ketidaksatuan. Jadi perbedaan ijtihad itu saya kira bukan sekarang saja tapi sejak jaman dulu (sudah ada)," ucapnya saat menjadi pembicara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) MUI I 2021 secara virtual, Rabu (25/8/2021).

Ma'ruf memaparkan, saat ini ada sekitar 80 orang yang masuk dalam kepengurusan Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI, di mana dirinya menjadi ketua. Anggota Wantim juga diisi oleh para ketua umum ormas Islam.

"Itu anggotanya ada 61 ormas yang sudah memperoleh legitimasi. Ini cukup besar 61 ormas. Di situ ada tokoh-tokoh, ada 19, sehingga jumlahnya 80 lebih anggota Wantim," paparnya.

Baca juga: Wapres: Industri UMKM Halal Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Indonesia

Banyaknya ormas Islam yang menjadi anggota MUI berpotensi menghasilkan beragam perbedaan, baik dari cara berpikir maupun bergerak. Namun demikian, MUI sebagai wadah pemersatu harus bisa mengelola perbedaan itu agar tidak menjadi sumber perpecahan.

"Jadi ini merupakan forum ukhuwahnya. Sebenarnya untuk menyatukan seluruh kekutan secara prinsip-prinsip ajarannya sudah ada dalam Alquran. MUI juga sudah punya landasannya untuk dijadikan pedoman," imbuhnya.

Baca juga: Percepat Penurunan Stunting, Wapres Minta Rencana Aksi Nasional Segera Disusun

"MUI sebagai leader, imamah institusionaliyyah, hanya memang dalam implementasinya masih belum utuh, oleh karena itu Wantim sedang menyiapkan konsep tentang bagaimana menyatukan ini," tutur Wapres.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya