Agus Widjojo: Walau Ada Bencana Besar, Jangan Langsung Minta Tolong ke TNI

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 25 Agustus 2021 22:51 WIB
Gubernur Lemhanas Agus Widjojo (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTAGubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan bahwa ketika Presiden di sebuah negara berasal dari sipil, maka jangan mudah memberikan kesempatan TNI masuk ke urusan domestik.

Misalnya, kata dia, walaupun ada bencana besar, pemerintah dari kalangan sipil tersebut jangan langsung meminta tolong kepada TNI.

“Coba pakai sistem administrasi sipil dulu,” kata Agus Widjojo seperti dikutip dari buku Tentara Kok Mikir: Inspirasi Out Of The Box Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.

Buku tersebut telah diluncurkan Kantor di Lemhannas RI, Jakarta, pada Rabu (25/8/2021).

Pemikiran soal profesionalisme TNI dari mantan Kepala Staf Teritorial ini muncul saat adanya kegiatan United Nations Support Facility for Indonesian Recovery (UNSFIR) yang mempertemukan Satish Chandra Mishra dan Agus Widjojo.

Baca juga: Gubernur Lemhanas Agus Widjojo Luncurkan Buku Tentara Kok Mikir

Proyek ini dibentuk oleh pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP) untuk menstimulus kajian terhadap pilihan-pilihan kebijakan bagi Indonesia sesuai dengan tahapan pembangunannya yang terkini.

Sepanjang pertemanannya dengan Agus, Satish merangkum ada tiga hal pemikiran Agus Widjojo terkait reformasi militer yang sangat brilian. Pertama, agar jangan melihat sistem politik dari peraturan atau anggaran atau ekonomi. Akan tetapi, harus dilihat dari budaya.

Baca juga: Gebyar Wawasan Kebangsaan, Ini Pesan Gubernur Lemhannas untuk Generasi Milenial

“Ada banyak negara yang demokrasinya tidak kuat bukan hanya gara-gara sistem ekonomi, tapi karena budayanya,” ujar Agus.

Kedua, kata dia, jangan memberikan kesempatan TNI untuk masuk ke urusan domestik, salah satua contoh yang diangkat adalah Pakistan.

Sedangkan ketiga, harus ada beberapa kali Pemilu, barulan demokrasi menjadi stabil.

Pemikiran Agus Widjojo terkait reformasi militer dan profesionalisme TNI terangkum dalam buku Tentara Kok Mikir karya Bernarda Rurit dan disunting oleh Nugroho Dewanto. Buku ini memberi ruang pada sisi humanis, keluarga, kemiliteran, dunia LSM, serta aktivitas organisasi Agus Widjojo.

Sejumlah teman seangkatan Agus Widjojo di AKABRI 1970 menghadiri peluncuran buku ini, antara lain Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan Mantan Duta Besar RI untuk Filipina Letnan Jenderal TNI (Purn) Johny Josephus Lumintang.

Baca juga: Mantan Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo Dikabarkan Meninggal Dunia

Mantan Menteri Luar Negeri RI, Dr. Hassan Wirajuda, Mantan Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI (Purn) Bagus Puruhito, serta adik Agus Widjojo yaitu Nani Sutojo juga menghadiri acara tersebut.

Selain itu, hadir teman sebangku Agus semasa sekolah, Mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Strategis TNI-AD Mayjen TNI (Purn) Tulus Sihombing. Adapun Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Dokter Ryu Hassan, Alissa Wahid, Sejarawan Baskara Wardaya hadir secara virtual.

Baca juga: Polisi Dihadang di Petamburan, Gubernur Lemhanas: Negara Tak Boleh Kalah!

Peluncuran buku yang dilaksanakan pukul 16.15 sampai 18.30 WIB ini dimoderatori oleh Glory Ojong dengan menghadirkan narasumber aktivis Dimas Oky Nugroho dan Wapemred Harian Kompas Tri Agung Kristanto.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya