Australia Hentikan Evakuasi Menyusul Serangan di Bandara Kabul

Antara, Jurnalis
Jum'at 27 Agustus 2021 16:34 WIB
Foto: Reuters.
Share :

CANBERRA - Pemerintah Australia telah menghentikan penerbangan evakuasi dari Afghanistan usai serangan bom bunuh diri kelompok militan di luar bandara di Kabul, yang membunuh sejumlah warga sipil dan setidaknya 13 personel militer Amerika Serikat, kata Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat (27/8/2021).

Dia mengatakan bahwa personel militer Australia telah dievakuasi dari Kabul beberapa jam sebelum serangan tersebut, dan dengan situasi keamanan yang tak menentu, keadaan tak lagi mendukung untuk upaya evakuasi.

BACA JUGA; Korban Tewas Serangan Bom di Bandara Kabul Bertambah Jadi 85 Orang 

“Rencana kami sekarang adalah untuk berlanjut ke fase pasca-evakuasi dan itu termasuk memastikan proses kepulangan, melalui program kemanusiaan resmi kami,” kata Morrison pada wartawan di Canberra.

Saat sejumlah pemerintahan, seperti Australia, telah menghentikan penerbangan evakuasi, seorang pejabat keamanan di bandara mengatakan bahwa operasi evakuasi telah dipercepat usai serangan semalam itu.

Pejabat itu mengatakan bahwa penerbangan berangkat secara reguler dari bandara, di mana ribuan warga Afghanistan telah berkumpul, di tengah keputusasaan untuk meninggalkan negara tersebut sejak Taliban merebut kekuasaan.

BACA JUGA: Serangan Bom Diperkirakan Berlanjut, Taliban Diminta Menjaga Keamanan 

Morrison mengakui bahwa sejumlah pemegang visa Australia masih berada di Afghanistan, meski dia mengatakan Canberra tak mengetahui jumlah pastinya.

Saat Amerika Serikat dan sejumlah sekutu meneruskan penerbangan evakuasi, Morrison mengatakan bahwa kemungkinannya kecil untuk warga dan pemegang visa Australia diberikan kursi di penerbangan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya