STUDI mengungkapkan efek samping dari vaksin AstraZeneca lebih kecil dibandingkan risiko setelah terpapar virus corona (Covid-19). Studi menunjukkan vaksin AstraZeneca memang meningkatkan risiko penggumpalan darah dan kondisi serius lainnya yang dapat mengakibatkan pendarahan.
Namun, studi tersebut juga menemukan, munculnya risiko yang sama setelah infeksi virus corona jauh lebih tinggi.
Tim peneliti yang dipimpin Universitas Oxford itu menemukan peningkatan risiko stroke setelah vaksinasi dengan Pfizer - tetapi lagi-lagi pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada setelah infeksi.
Para peneliti mengatakan, ini menunjukkan manfaat "sangat besar" dari vaksinasi.
Hasil ini diumumkan setelah koroner menyatakan pada Kamis (26/08) bahwa presenter BBC Radio Newcastle Lisa Shaw meninggal karena komplikasi dari vaksin AstraZeneca.
Perempuan berusia 44 tahun itu meninggal pada Mei lalu setelah mengalami sakit kepala selama seminggu menyusul suntikan dosis pertamanya. Ia menderita pembekuan darah di otak.
Tim peneliti memeriksa catatan medis lebih dari 29 juta orang yang menerima dosis pertama vaksin Covid antara bulan Desember dan April, serta hampir 1,8 juta orang yang terinfeksi virus.
Studi tersebut, yang diterbitkan dalam British Medical Journal, mencari komplikasi yang terjadi hingga 28 hari setelah suntikan vaksin atau infeksi virus.
Para peneliti menemukan untuk setiap 10 juta orang yang divaksinasi dengan vaksin AstraZeneca:
107 orang dirawat di rumah sakit atau meninggal karena trombositopenia, yang dapat menyebabkan pendarahan dalam, namun itu hampir sembilan kali lebih rendah daripada risiko seseorang mengalami kondisi yang sama setelah terinfeksi virus corona.
Baca Juga : 5 Fakta Menarik Vaksinasi Berbayar Dimulai 2022, Merek dan Harga Ditentukan Menkes
66 orang dirawat di rumah sakit atau meninggal karena pembekuan darah di pembuluh darah, tapi itu hampir 200 kali lebih rendah daripada risiko kejadian yang sama setelah infeksi
Dan untuk setiap 10 juta orang yang divaksinasi dengan vaksin Pfizer, ditemukan:
143 orang mengalami stroke. Namun, itu hampir 12 kali lebih rendah daripada risiko setelah infeksi
Peneliti utama Prof Julia Hippisley-Cox mengatakan penting bagi masyarakat untuk menyadari risiko vaksin, namun tetap dalam konteks, mengingat risiko itu akan semakin tinggi bila terinfeksi Covid-19.
Peneliti lainnya Prof Aziz Sheikh menambahkan temuan ini "dengan jelas menekankan" pentingnya vaksinasi untuk mengurangi risiko penggumpalan darah dan pendarahan ini.
Vaksinasi, katanya, menawarkan "manfaat yang sangat besar bagi kesehatan masyarakat".
(Erha Aprili Ramadhoni)