3. Kronologi
Dari keterangan saksi, polisi menceritakan, bahwa peristiwa itu terjadi pada 29 Agustus 2021 malam. Saat itu korban dan ayahnya sedang dalam rumah kemudian tiba tiba lampu mati. Di lokasi, hanya ada dua kepala keluarga. Lokasi memang cukup terpencil. Untuk masuk ke daerah itu, mereka hanya bisa dilalui dengan jalur air. Lokasinya berada di eks perusahaan Uniseraya.
Kemudian Rustam dan putranya pergi melihat genset yang jeraknya sekitar 150 meter dari rumah. Dua kepala keluarga itu hanya mengandalkan genset untuk penerangan. Lantas Rustam menyuruh putranya menelpon untuk mencari bantuan memperbaiki mesin genset.
"Kemudian anaknya pergi untuk mencari sinyal handpone karena lokasinya terencil di daerah pesisir," tambah Kapolres.
Saat itulah remaja itu diserang harimau. Ayah korban yang sudah cemas anaknya tidak kembali langsung melakukan pencaharian. Ayah korban terkejut saat melihat putranya diseret harimau dan dibawa di dalam hutan.
4. Korban Sempat Diseret Masuk ke Hutan
Harimau itu sempat menyeret korban ke dalam hutan. Ayahnya yang meminta tolong warga akhirnya berhasil menyusul. Tidak berapa lama korban berhasil ditemukan oleh warga dengan kondisi mengenaskan.
"Korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi awal dia hilang. Lokasinya masih dalam hutan. Untuk itu kita selalu imbau kepada warga jangan pernah keluar sendirian saat beraktivitas. Karena disana memang ada harimau," imbuhnya.
(Khafid Mardiyansyah)