Beberapa waktu sebelum Natal 2017, Ooi menggunakan sendok logam untuk memukul paha Sri beberapa kali hingga dia akhirnya pingsan. Pembantu itu mengalami kesulitan berjalan selama beberapa hari setelah kejadian ini.
Sekira pukul 1 dini hari tanggal 1 Januari 2018, Pang marah kepada Sri karena tidak memberitahunya bahwa putrinya demam.
Dia kemudian mengambil sendok plastik dan memercikkan air dingin ke ART itu. Setelah itu, dia menggunakannya untuk memukul kepala Sri berulang kali. Istrinya kemudian ikut bergabung dan menendang Sri.
Pasangan itu sedang merawat putri mereka ketika Sri berlari keluar dari flat. Sri mencari bantuan dari pekerja Indonesia lainnya yang kebetulan lewat dan dia dibawa ke kantor polisi.
Setelah itu, Sri pergi ke Rumah Sakit Khoo Teck Puat, di mana dia ditemukan dengan luka-luka termasuk beberapa memar dan cuping telinga kiri yang cacat.
Pada 2 Januari 2018, Ooi menelepon polisi, menyatakan bahwa Sri telah melarikan diri.
DPP Goh mengatakan bahwa baik Ooi maupun Pang diketahui menderita gangguan depresi berat pada saat melakukan pelanggaran.
"Namun demikian, (gangguan) Ooi tidak menyebabkan dia benar-benar kehilangan kendali diri dan menahan diri dari tindakannya pada saat pelanggarannya... (Seorang dokter) berpendapat bahwa (gangguan) Pang mungkin telah menyebabkan untuk peningkatan impulsif dalam bereaksi terhadap situasi stres," tambah Goh.
Pang mulai menjalani hukumannya pada Senin.
Sementara itu, jaminan Ooi telah ditetapkan sebesar SGD5.000 (sekira Rp53 juta) dan dia akan menjalani hukumannya setelah Pang menyelesaikan hukumannya karena dia harus merawat dua anak mereka.
Dia diperintahkan untuk menyerahkan diri di Pengadilan Negeri pada 3 Januari tahun depan untuk mulai menjalani hukumannya.
(Rahman Asmardika)