Ketika Bung Karno Curhat ke John F Kennedy Gegara Di-bully Media Amerika

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 01 September 2021 07:04 WIB
Presiden Soekarno dan John F Kennedy (foto: jfklibrary.org)
Share :

DALAM buku biografi ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ karya Cindy Adams. Presiden RI pertama, Soekarno bercerita kepada Presiden Amerika Serikat ke-35 John F Kennedy.

Baru‐baru ini diserahkan kepadaku sebuah majalah remaja Amerika. Majalah itu memperlihatkan gadis striptease setengah telanjang, yang hanya memakai celana dalam dan berdiri di samping Sukarno yang berpakaian seragam militer lengkap. Ini adalah kombinasi yang ditempelkan menjadi satu, supaya kelihatan seolah‐olah satu foto dari seorang gadis penari telanjang membuka pakaiannya dihadapan Presiden Republik Indonesia. Kedua foto ini ditempelkan satu dengan yang lain. Ini adalah perbuatan kotor yang dilakukan terhadap seorang Kepala Negara.

Baca juga:  Sarinah, Sosok Wanita yang Ajarkan Bung Karno Mencintai Rakyat Jelata

Apakah aku harus mencintai Amerika, kalau ia melakukan perbuatan seperti itu terhadap diriku? Aku memperbincangkan muslihat semacam ini dengan Presiden Kennedy yang sangat kuhormati. John F. Kennedy dan aku saling menyukai pergaulan kami satu sama lain. Dia berkata, "Presiden Sukarno, saya sangat mengagumi Tuan. Seperti saya sendiri, Tuan mempunyai pikiran yang senantiasa menyelidiki dan bertanya‐tanya. Tuan membaca segala‐galanya. Tuan sangat banyak mengetahui."

Lalu dia membicarakan cita‐cita politik yang kupelopori dan mengutip bagian‐bagian dari pidato‐pidatoku. Kennedy mempunyai cara untuk mendekati seseorang melalui hati manusia. Kami banyak mempunyai persamaan. Kennedy adalah orang yang sangat ramah dan menunjukkan persahabatan terhadapku. Dia membawaku ke tingkat atas, ke kamar tidurnya sendiri dan disanalah kami bercakap‐cakap.

Baca juga: Ketika Foto Bung Karno Digantung di Setiap Dinding Kamar Pelacuran

Kukatakan kepadanya, "Tuan Kennedy, apakah Tuan tidak menyadari, bahwa sementara Tuan sendiri memadu hubungan persahabatan, seringkali Tuan dapat merusakkan hubungan dengan negara‐negara lain dengan membiarkan ejekan, serangan makian dan mengizinkan kritik‐kritik secara tetap terhadap pemimpin mereka dalam pers Tuan? Kadang‐kadang kami lebih condong untuk bertindak atau memberikan reaksi lebih keras, oleh karena kami dilukai atau dibikin marah. Sesungguhnya apakah pergaulan internasional itu bukan pergaulan antar manusia dalam hubungan yang lebih besar?

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya