Di Tokyo aku telah pergi dengan kawan‐kawan ke suatu Rumah Geisha. Tiada sesuatu yang melanggar susila mengenai Rumah Geisha itu. Orang sekedar duduk, makan‐makan, bercakap‐cakap dan mendengarkan musik. Hanya itu. Akan tetapi dalam majalah‐majalah Barat digembar‐gemborkan seolah‐ olah aku ini Le Grand Seducteur. Tanpa hiburan‐hiburan kecil ini aku akan mati. Aku mencintai hidup. Orang‐orang‐asing yang mengunjungi istanaku menyatakan, bahwa aku menyelenggarakan, "suatu istana yang menyenangkan." Ajudan‐ajudanku mempunyai wajah‐wajah yang senyum.
Baca juga: Soekarno, Anak Guru yang Tertarik Berpolitik hingga Jadi Presiden
Aku berkelakar dengan mereka, menyanyi dengan mereka. Bila aku tidak memperoleh kegembiraan, nyanyian dan sedikit hiburan kadang‐kadang, aku akan dibinasakan oleh kehidupan ini. Umurku sudah 64 tahun. Menjadi Presiden adalah pekerjaan yang membikin orang lekas tua. Dan kalau orang menjadi tua, tentu tidak baik bagi seseorang.
Karena itu, sesekali aku harus lari dari keadaan ini, supaya aku dapat hidup seterusnya. Banyak kesenangan‐kesenangan yang sederhana telah dirampas dariku. Misalnya, di masa kecilku aku telah mengelilingi pulau Jawa dengan sepeda. Sekarang perjalanan semacam itu tidak dapat kulakukan lagi, karena tentu tidak sedikit orang yang akan mengikutiku. (din)
(Rani Hardjanti)