DALAM buku "Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan" karya Muhammad Syamsuddin. Dikisahkan, Tohjaya tahu bahwa ayahnya Ken Arok tewas akibat dibunuh oleh Anusapati, yang tak lain adalah saudara tirinya, hasil hubungan Tunggul Ametung dan Ken Dedes.
Akhirnya Tohjaya menyimpan dendam ke Anusapati saudara tirinya, dan menyusun rencana membalas dendam.
Baca juga: Kisah Ken Arok Terpana saat Bagian Tubuh Ken Dedes Pancarkan Sinar
Anusapati saat memimpin Singasari dikenal dengan pengawalan ketat, bahkan kamar tidurnya dikisahkan dikelilingi parit yang dijaga para prajurit terlatih. Namun Tohjaya mempunyai cara menembus keamanannya dan mengajak Anusapati bermain sabung ayam, yang merupakan hobinya.
Anusapati kala itu tak menaruh rasa curiga kepada Tohjaya. Tapi nahas saat asyik menyabung ayam inilah, Tohjaya menikamkan keris ke tubuh Anusapati hingga tewas pada 1249.
Baca juga: Ketika 'Pelet' Ken Arok Membuat Ken Dedes Membisu hingga Gemetar
Usai Anusapati tewas, Tohjaya pun naik tahta menjadi Raja Singasari yang dulu bernama Tumapel. Saat menjadi raja inilah Tohjaya mendapat hasutan dari pembantunya Pranaraja. Ia pun berniat membunuh kedua keponakannya yaitu Ranggawuni putra Anusapati dan Mahisa Cempaka, putra Mahisa Wonga Teleng, yang dianggap berbahaya terhadap kelangsungan tahta.
Bahkan Tohjaya sudah telah menyiapkan algojo yakni Lembu Ampal. Namun meski ditunjuk Lembu Ampal justru berbalik mendukung kedua pangeran yang hendak dibunuhnya. Ia bahkan berhasil menghimpun dukungan dari angkatan perang Tumapel, untuk bersama mendukung Ranggawuni dan Mahisa Cempaka menjabat sebagai Ratu Angabhaya bergelar Bhatara Narasinghamurti.
Keduanya memerintah berdampingan, keturunan Ken Arok yang diwakili oleh Mahesa Cempaka atau Narasinghamurti, sedangkan sosok Ranggawuni merupakan keturunan Tunggul Ametung.
Ya, nama Mahesa Cempaka yang pernah menjadi Raja Singasari merupakan cucu Ken Arok. Menurut kitab Pararaton, Mahesa Cempaka adalah anak dari putra Mahisa Wonga Teleng, putra pertama Ken Arok dari hasil pernikahannya dengan Ken Dedes.
Mahesa Cempaka ini kelak memiliki anak bernama Raden Wijaya, hal ini sebagaimana dikisahkan kitab Pararaton. Raden Wijaya inilah yang menjadi pendiri Kerajaan Majapahit. Sementara Negarakertagama menyebut Raden Wijaya adalah putra Lembu Tal, yang tak lain adalah putra Narasinghamurti atau Mahesa Cempaka, atau dengan kata lain Raden Wijaya adalah cucu Narasinghamurti.
(Awaludin)