Dia mengharapkan pemerintah atau pihak kepolisian dapat dengan segera mengungkap penyebab kebakaran tersebut. Menurut dia, ada sesuatu yang janggal karena dalam kurun waktu satu jam, bangunan hanis dilahap Si Jago Merah.
"Itu kan beton, walaupun bangunan lama juga tembok bukan bilik atau bedeng. Masa dalam kurun waktu satu jam bisa rata semua, pertolongannya di mana? Maksudnya sigapnya mereka dalam membangun bangunan itu kayak apa? Kan ada prosedurnya," bebernya.
Selama ini, komunikasi yang bisa dilakukan keluarga dengan Etus hanya sebatas virtual. Terakhir kali, Angeli menghubungi Etus pada 4 September.
Kehadiran langsung fisik Etus yang tinggal menunggu lima bulan lagi kini harus dikubur dalam-dalam karena menjadi korban tewas.
"Februari 2022 ini pokoknya dia keluar karena sudah dapet ya potongan remisi," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)