Para pemimpin China telah berulang kali mengatakan, bahwa China akan membagikan vaksin virus coronanya kepada dunia, terutama dengan negara-negara berpenghasilan rendah, dan Afghanistan termasuk di antara beberapa yang akan mendapatkan akses prioritas.
Sebelumnya, pada Selasa (7/9), Taliban sudah mengumumkan pembentukan pemerintah sementara garis keras untuk Afghanistan dan mengisi posisi teratas dengan veteran kelompok militan Islam yang mengawasi perang 20 tahun melawan koalisi militer pimpinan AS.
Wang, sebagai perwakilan dari China juga pernah membahas mengenai hubungan Kerjasama yang akan dibangun oleh keduanya, pada Juli lalu di Tianjin. Hasilnya, kedua negara ingin menjalin kerjasama yang baik dan saling menguntungkan.
Setelah pertemuan itu, Wang menyebut Taliban memiliki "kekuatan militer dan politik yang penting di Afghanistan" dan menyatakan bahwa mereka akan memainkan "peran penting dalam perdamaian, rekonsiliasi dan proses rekonstruksi."
“Sebagai imbalannya, Taliban menyebut China sebagai "teman baik" dan berjanji untuk "tidak pernah mengizinkan pasukan mana pun menggunakan wilayah Afghanistan untuk terlibat dalam tindakan yang merugikan China," menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China pada pertemuan tersebut.
Hubungan kedua negara semakin dekat, setelah juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid juga angkat bicara seperti yang diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan penyiar negara China, CGTN pada pekan lalu.
"China adalah negara yang sangat penting dan kuat di lingkungan kami, dan kami memiliki hubungan yang sangat positif dan baik dengan China di masa lalu," terang Mujahid.
"Kami ingin membuat hubungan ini semakin kuat dan ingin meningkatkan rasa saling percaya,” lanjutnya.
(Susi Susanti)