Menurut pejabat AS yang meminta namanya tidak disebutkan, Taliban ditekan untuk mengizinkan evakuasi lanjutan oleh Perwakilan Khusus AS Zalmay Khalilzad.
Pejabat itu tidak bisa mengatakan apakah warga sipil Amerika dan warga negara asing lainnya tersebut termasuk di antara mereka yang terlantar selama berhari-hari di kota utara Mazar-i-Sharif karena pesawat sewaan mereka tidak diizinkan terbang.
Pengumuman pemerintahan baru pada Selasa (7/9) dipandang sebagai sinyal bahwa Taliban tidak ingin memperluas basis mereka dan tidak mau menampilkan wajah yang lebih toleran kepada dunia, seperti yang mereka katakan sebelumnya.
Semua menterinya adalah laki-laki, dan hampir semuanya merupakan suku Pashtun, kelompok etnis yang mendominasi Afghanistan selatan tempat asal Taliban namun jumlahnya tidak sampai setengah dari populasi negara itu.
(Baca juga: Dunia Internasional Waspada Sambut Pemerintahan Baru Taliban)