Dilansir dari BMKG, fenomena matahari dilingkari pelangi dikenal sebagai Halo Matahari. Yakni peristiwa di mana optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan. Itu adalah fenomena yang biasa terjadi dan bukan pertanda sesuatu yang buruk.
Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5 sampai 10 km atau 3 sampai 6 mil di lapisan atas troposfer.
Fenomena tersebut bergantung pada bentuk dan arah kristal es. Cahaya matahari direfleksikan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinarnya menjadi terpecah ke dalam beberapa warna karena efek dispersi udara.
Baca Juga: KPK Periksa Anggota DPR Asal Jambi terkait Suap 'Ketok Palu' RAPBD
(Arief Setyadi )