4. Irjen Napoleon Sampaikan Surat Terbuka tentang Penganiayaan M Kece
Irjen Napoleon Bonaparte menyampaikan surat terbuka tentang penganiayaan yang dilakukannya terhadap tersangka penodaan agama M. Kece.
"Sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya," kata dia dalam surat terbukanya.
Napoleon menegaskan bahwa dirinya dilahirkan sebagai muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin. Dia pun tak terima Islam dilecehkan oleh M. Kece sehingga bersumpah akan melakukan tindakan terukur.
"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, AlQuran, Rasulullah SAW dan akidah Islamku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya," tegas dia.
Napoleon mengatakan bahwa perbuatan M Kece dan beberapa orang tertentu yang diduga melakukan penistaan agama telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia.
Ia pun menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab dengan menistakan agama.
5. Tanggapan Polri saat Surat Terbuka Irjen Napoleon
Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi menduga bahwa Napoleon Bonaparte sengaja membuat surat terbuka tersebut untuk mencari simpati publik maupun kelompok tertentu. Saat ini mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri itu berstatus terlapor.
"Nggak akan berpengaruh, itukan maksudnya untuk mencari simpati dari kelompok tertentu," kata Andi saat dikonfirmasi Okezone.
Andi menegaskan bahwa penyidik tak akan terpengaruh terkait surat terbuka tersebut. "Tapi saya pastikan penyidikan tidak akan terpengaruh," tandasnya.
(Awaludin)