Covid-19 Jadi Pandemi Paling Mematikan Sepanjang Sejarah AS

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 21 September 2021 10:39 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Share :

WASHINGTON – Pandemi virus corona menjadi pandemi paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat (AS), melewati pemegang rekor sebelumnya, pandemi influenza 1918. Pandemi flu 1918-1919 menewaskan sekira 675.000 orang di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Menurut pusat sumber daya virus corona John Hopkins, kematian Covid-19 di AS telah merangkak melewati angka 675.000, angka yang merupakan perkiraan jumlah kematian akibat pandemi influenza 1918.

BACA JUGA: RS Penuh dan Krisis Oksigen di Amerika Akibat Lonjakan Corona, IDI: Kita Harus Waspada

Menurut CDC, kematian akibat pandemi virus corona diproyeksikan meningkat dalam beberapa minggu mendatang, dan angka kematian 700.000 dapat dicapai sebelum 2022.

Meski pandemi virus corona lebih mematikan daripada pandemi influenza 1918 dalam jumlah, jika mempertimbangkan konteksnya, pandemi kali ini mungkin tidak dianggap terlalu mematikan.

BACA JUGA: Varian Mu Covid-19 Patut Diwaspadai, Tapi Tak Perlu Panik

Pada 1918, populasi AS berjumlah sekira 100 juta jiwa. Saat ini, jumlahnya mendekati 330 juta. 675.000 kematian pada 1918 adalah 0,675% dari total populasi, dibandingkan dengan 0,205% pada 2021.

Pandemi influenza, yang dikenal dengan sebutan pandemi Flu Spanyol, menyebabkan hampir 200.000 kematian hanya dalam Oktober 1918 saja. Pandemi itu datang secara tiba-tiba dan dampaknya luar biasa parah.

Faktanya, 675.000 kematian akibat pandemi Flu Spanyol hanyalah perkiraan kasar. Hampir seperempat populasi AS saat itu tinggal di negara bagian atau teritori yang tidak melaporkan angka kematian. Ilmu kedokteran di masa itu juga mempersulit untuk menentukan penyebab kematian sebenarnya.

Ada cukup banyak masalah dengan angka 675.000 untuk menyebutnya hanya perkiraan.

AS bisa saja melewati hitungan sebenarnya beberapa bulan yang lalu, atau bisa juga berbulan-bulan lagi.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya