Maka, MIND ID pun sejak 2019 lalu membuka kelas SLDP ini yang berdurasi selama sembilan bulan. Para individu yang masuk program SLDP ini akan mengikuti kelas dan sekaligus melakukan action learning project.
"Sebelum pandemi, peserta selama dua pekan ditempatkan ke perusahaan multinasional di luar negeri untuk belajar bagaimana menjalankan sebuah perusahaan besar," ujar Ogi.
Ia pun menceritakan SDM bertalenta ini tak jarang mulanya kurang percaya diri atas potensinya. Namun, setelah melalui program ini kepercayaan diri mereka meningkat karena wawasan dan pengalamannya bertambah setelah melakukan studi banding dan pengasahan talenta.
Program ini kata Ogi sudah berjalan dan sudah menghasilkan individu yang mumpuni untuk menjadi calon pemimpin masa depan MIND ID.
"Hasilnya cukup terbukti. Dari SLDP, ada yang sudah jadi direksi di ANTAM dan TIMAH. Beberapa lulusan program SLDP sekarang sedang menjalankan anak usaha dan cucu usaha di Grup MIND ID. Mereka wawasannya sudah lengkap. Aspek teknikal, manajerial dan juga soft skill," katanya.
Sedangkan program lainnya adalah Emerging Leader Development Program (ELDP). Program ini dikhususkan bagi individu yang berada di posisi dua tingkat di bawah direksi. Dalam satu periode, MIND ID memberikan kesempatan bagi 25 karyawan yang bisa ditingkatkan kemampuannya untuk menjadi direksi di masa depan.
"ELDP lebih banyak ditujukan kepada milenial. Tak hanya bagi mereka yang bekerja di kantor saja, tetapi juga para operator dan penanggung jawab di wilayah operasional pertambangan," ucap Ogi.