"Obat untuk menyembuhkan luka, perasaan kita, saat nyawa ribuan orang di periode Juli dan Agustus melayang karena ganasnya penularan virus (SARS-CoV-2) Varian Delta, yang mengganggu sistem pelayanan kesehatan kita dan mencederai kehidupan sosial dan ekonomi kita," kata Reisa.
"Kabar baik dan hati gembira ini lah modal kita bangkit, makin lebih siap menghadapi Covid-19 dengan menunjukan kita bangsa yang tidak lupa belajar dari kesalahan dan jauh lebih tanggap menghadapi resiko Covid-19 dengan tetap ketat prokes dan menggencarkan vaksinasi," tutur dia.
Baca juga: Apresiasi Serbuan Vaksinasi di UIN Lampung, Panglima TNI : Laporkan Jika Stok Vaksin Habis
(Fakhrizal Fakhri )