Usaha kaki palsu yang dinamai Indra Rejan ini bermula dari 4 orang dan kian bertambah mencapai 12 orang. Anggotanya adalah para penyandang disabilitas.
"Saya mengajak mereka untuk bergabung supaya mereka ada kegiatan. Saya pernah merasakan bagaimana merasa putus asa ketika awal mula menjadi difabel," tuturnya.
Dalam sebulan, Indra membuat 3 sampai 4 kaki palsu yang dibuatnya dari alumunium. Indra juga menggunakan bahan impor untuk membuat kaki palsunya ini. Harga yang ditawarkan oleh Indra tentu saja lebih murah dari rumah sakit. Usaha ini dibuat Indra untuk membantu teman-teman lainnya yang tidak memiliki banyak biaya untuk membeli kaki palsu.
"Harga kaki palsu yang saya jual yaitu dari Rp 500 ribu - Rp 6 juta. Kalau di rumah sakit biasanya harganya Rp 10 juta keatas," ujarnya.
Pembeli yang datang ke lokasi usahanya beragam mulai dari orang tua yang membuat untuk bayi hingga orang dewasa. Saat ini penjualan kaki palsu dari Indra Rejan tak hanya di Indonesia saja, tetapi pelanggan dari Malaysia dan Jerman juga pernah menggunakan jasa Indra.
Selain menjualnya untuk komersial, Indra juga memiliki niatan mulia yakni program subsidi silang. Yakni setiap penjualan 3-4 kaki yang sudah terjual akan dibuat satu yang gratis. Hasil inilah yang digunakan untuk kaum yang membutuhkan. Saat ini sudah ada 200 orang yang menerima kaki palsu gratis dari program subsidi silang. Syaratnya adalah jika memang penyandang disabilitas tersebut tidak mampu.
(Susi Susanti)