Karena, kata dia, di Partai Golkar itu tersentralisasi dan persoalan terkait posisi pimpinan DPR ini diserahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto, dan untuk menentukan siapa yang bisa menempati posisi Azis, semua tergantung Ketua Umum.
“Pertimbangan-pertimbangan lain itu ya tentu pak Ketua Umum meminta pendapat pendapat dari sekitar ya itu hal yang sangat wajar,” tutup Supriansa.
(Fahmi Firdaus )