Pembunuhan Ibu dan Anak Tanpa Busana di Subang, Pacar Amelia Ungkap Fakta Mengejutkan

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Senin 27 September 2021 19:55 WIB
Diki, pacar Amelia (Foto: Ist)
Share :

SUBANG - Pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat belum terungkap. Meski, sejumlah saksi sudah diperiksa untuk menguak misteri pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan anak gadisnya, Amelia Mustika Ratu (23) yang ditemukan tanpa busana itu.

Diki mengaku sudah mengenal Amelia hampir empat tahun. Pada dua tahun pertama perkenalannya, sekira 2015, dirinya hanya sekadar kenal saja dengan Amelia.

"Sejak awal masuk kuliah di tahun 2015. Waktu itu baru sekedar kenal saja," katanya dikutip dari channel YouTube, Heri Susanto, Senin (27/9/2021).

Baca Juga:  Terungkap! Sebelum Pembunuhan, Yosef Ribut dengan Amalia soal Motor Nmax

Hubungan spesial Diki dan Amelia baru terjalin dua tahun kemudian atau sekira 2017. "Kalau hubungan (pacaran) sejak 2017, bulan Oktober," tutur Diki.

Tuti dan Amelia ditemukan dalam kondisi telanjang di bagasi mobil Alpard di Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, pada Rabu 18 Agustus 2021. Saat olah TKP, tidak ditemukan unsur kejahatan lain seperti perampokan atau pencurian, namun diduga ada unsur sakit hati atau dendam kepada korban.

Dugaan itu mencuat karena di rumah korban yang menjadi tempat kejadian perkara tidak ditemukan benda berharga yang hilang, kecuali telepon genggam milik Amelia. Bahkan, uang sebesar Rp30 juta yang ada di dalam rumah korban juga tidak diambil pelaku.

Baca Juga:  Nasib Yosef Dicurigai Dalang Pembunuhan Subang, Dimusuhi Anak hingga Pisah dengan Istri

Sedikitnya 25 saksi sudah diperiksa polisi, termasuk orang-orang dekat yang masih berkaitan dengan kehidupan korban Amelia Mustika Ratu dan ibunya, Tuti. Suami korbam Yosef dan istri mudanya Mimin, dan anak-anaknya, serta pacar Amelia, Diki juga turut diperiksa.

Suami korban berprofesi sebagai kontraktor itu memiliki istri muda. Saat malam kejadian, dia mengaku sedang berada di rumah istri mudanya.

Dia baru mengetahui istri dan anaknya sudah terbunuh Rabu 18 Agustus 2021 pagi sepulang dari rumah istri muda.

Korban Amelia sempat mengunggah video bulan di halaman rumahnya, dengan memutar lagu berjudul Heaven milik penyanyi Emilee pada sekitar pukul 21.00 WIB Selasa 17 Agustus 2021 di Instagramnya.

Namun, unggahan dalam Insta story korban dengan nama @amaliamustika_ itu mendadak hilang, setelah korban dan ibunya ditemukan tewas pada Rabu 18 Agustus 2021 pagi. Tidak hanya itu, unggahan lain di sosial media milik korban tersebut juga hilang. Kondisi ini memicu dugaan semua aktifitas di media sosial korban sengaja dihapus oleh pelaku, untuk menghilangkan jejak digital.

Namun belakangan diketahui, menurut keluarga korban, Lilis Sulastri (56), yang tidak lain adalah bibi dari Amelia, mengungkapkan bahwa yang menghapus unggahan terakhir Amelia termasuk foto-fotonya di Instagram adalah pacar Amelia.

Sebelum menghapusnya, pacar Amelia sempat meminta izin kepada keluarga terlebih dahulu. "Dia (pacarnya Amelia) demi kebaikan mau hapus semua foto dan unggahan (di media sosial korban) katanya. Tujuannya agar gak tersebar kemana-mana," ujar Lilis, Sabtu 28 Agustus 2021.

Menurut Lilis, Amelia dan pacarnya sudah menjalin hubungan lebih dari empat tahun. Pacar Amelia berasal dari Cimahi mereka bertemu di kampus, saat keduanya masih kuliah di Bandung.

Bahkan, mereka sudah merencanakan menikah dalam waktu dekat ini. Keponakannya Amelia sempat bertanya berapa biaya untuk pesta pernikahannya itu.

"Saya jawab, biaya pernikahan sekarang paling tidak Rp100 jutaan," ujar dia.

Kuasa Hukum Yosef, Rohman Hidayat mengungkapkan jika ada banyak barang bukti yang disita polisi, termasuk ponsel milik Yosef. Namun, telepon genggam itu sekarang sudah dikembalikan.

"Temasuk juga uang Rp30 juta, yang sebelumnya juga ikut dibawa untuk bukti, sekarang sudah dikembakikan. Tanda penerimaan pengembalian barang buktinya ada di Pak Yosef," ujarnya.

Diketahui, uang Rp30 juta tersebut merupakan uang gaji guru di SMK swasta yang ada di Kecamatan Serang Panjang, Subang. SMK swasta itu bernaung di Yayasan Bina Prestasi Nasional milik keluarga korban.

Sementara korban Amelia merupakan bendahara di yayasan tersebut. Uang tersebut dan barang berharga lain masih ada di rumah tempat kejadian korban dibunuh, tidak dibawa pelaku.

Kapolres Subang AKBP Sumarni menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara pelaku diduga lebih dari satu orang dan masih punya hubungan dengan korban. Diduga pelaku dan korban saling kenal dan memahami situasi rumah korban.

"Kan kemarin sudah ada clue-nya, tidak ada pintu rumah atau jendela yang dirusak. Artinya pelaku bisa masuk dengan gampang, yang bisa masuk dengan gampang siapa, iya kan?" tutur Sumarni.

Pihaknya hingga saat ini masih menunggu hasil dari labfor (Laboratorium Forensik) dan berjanji dalam waktu dekat akan membukanya ke publik. Kasus ini saat ini ditangani juga oleh Tim Polda Jabar.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya