Pengkhianatan Pejabat Majapahit Berujung Serangan ke Lumajang

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 29 September 2021 06:01 WIB
Foto: istimewa
Share :

JAYANEGARA, raja Kerajaan Majapahit setelah Raden Wijaya yang mangkat pada 1231 tahun Saka. Konon tujuh tahun setelah ia menjabat sebagai raja, pemberontakan besar terjadi digawangi oleh Nambi.

Pemberontakan Mpu Nambi diberitakan dalam kitab Pararaton dengan tarikh yang sama dengan Negarakertagama. Sebagaimana ditulis dalam buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana.

Baca juga:  Tewasnya Ranggalawe Membuat Wilayah Majapahit Jadi 2 Bagian

Dikisahkan Nambi sempat pamit kepada Raja Jayanegara untuk ke Lumajang lantaran ayahnya Pranaraja, sakit keras. Alhasil Raja Jayanegara pun mengizinkan kepulangan Nambi ke kampung halamannya.

Di tengah perjalanan Nambi kemudian menerima kabar bahwa ayahnya telah meninggal dunia. Alhasil mendengar adanya kabar kematian ayah Nambi, Raja Jayanegara mengirim utusan Majapahit ke Lumajang di antaranya Mahapati, Pawagal, Pamandana, Emban, Lasem, dan Jaran Lenong. Selama tinggal di Lumajang inilah Mahapati menghasut Mpu Nambi. Hasutan itu pun membuat Nambi terpengaruh.

Baca juga:  Raja-Raja Majapahit Ternyata Keturunan Ken Arok, Pendiri Kerajaan Singasari

Nambi pun meminta izin agar mengambil cuti lebih lama kepada Raja Jayanegara dengan perantara Mahapati. Mengingat ia masih dalam suasana duka akibat kematian ayahnya Pranaraja. Tetapi yang terjadi oleh Mahapati, izin cuti Nambi diselewengkan oleh Mahapati.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya