“Pendeta mengatakan; Kami dekat sekali dengan Tuhan. Jadi kami memanggil Tuhan Anak, Tuhan Bapak. Si biksu menimpali; Kami juga dekat. Bukan manggil Bapak, tapi Om. Lha bagaimana dengan Anda, pak kiai? Pak kiai menjawab; Boro-boro deket, manggil-nya aja mesti pake menara,” urai Gus Dur diiringi tawa seisi ruangan.
“Saya tadi kan tak bilang dia korupsi, saya hanya bilang teroris,” jawabnya enteng.
Baca Juga: Humor Gus Dur: Obrolan Kocak Pemimpin Negara
(Arief Setyadi )