Chatel membeli sangkar untuk burung itu, memberinya makan, dan membawanya keluar di pagi hari agar dia bisa bertemu burung lain. Dia mengatakan Juji akhirnya terlihat "santai" dan mulai "mengatakan hal-hal misterius, dalam bahasa yang tidak bisa dimengerti".
Mengetahui bahwa burung mynah terkenal karena kemampuannya meniru ucapan manusia, ia mencoba mengajarinya beberapa bahasa Prancis, dimulai dengan kata “bonjour” [halo].
"Tapi masalahnya: Juji tidak suka laki-laki. Dia mengerutkan kening ke arahku dan tampak marah, sementara dia terkikik pada perempuan. Aku terus mencoba dengan putus asa kebiasaanku melatih kata “bonjour” - tapi tentu saja dia tidak mau mendengarkan," ungkapnya.
"...Atau begitulah yang kupikirkan. Sampai suatu hari, manajer (perempuan) dari kediaman Prancis mengirimiku video “bonjour” ini yang langsung masuk ke hatiku,” lanjutnya sambil memperlihatkan video Juji mengucapkan kata “bonjour” dalam tweetnya.
Chatel mengatakan pemilik burung itu, yang dia identifikasi sebagai Alia, telah melakukan kontak dari Paris dan sangat senang melihat burungnya dirawat.
"Alia, burung Anda telah menjadi maskot kedutaan, tetapi dia ada di sini untuk Anda, dan jika saya bisa, saya akan membawanya secara pribadi kepada Anda suatu hari nanti," terangnya.
Seperti diketahui, lebih dari 120.000 orang diterbangkan dari Afghanistan antara 14 Agustus lalu, sehari sebelum gerilyawan Taliban menguasai Kabul, dan 30 Agustus lalu, ketika pasukan AS terakhir mundur dari negara itu. Sekitar 2.600 warga Afghanistan pergi dengan penerbangan evakuasi Prancis.
(Susi Susanti)