Kisah Wali Kota Wanita yang Bangun Kembali Kotanya dari Kehancuran ISIS

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 16 Oktober 2021 10:28 WIB
Walikota Layla Moustaffa mati-matian membangun kembali kota kelahirannya (Foto: BBC)
Share :

SURIAH - Seorang perempuan, bernama Layla Moustaffa, yang mati-matian berusaha membangun kembali kota kelahirannya dan membantu para perempuan di Suriah, baru saja menerima penghargaan International Mayor of the World atas kerja kerasnya. Kota kelahirannya hancur akibat banyak serangan ISIS.

Empat tahun sejak "pembebasan Raqqa" di Suriah, ketika pertahanan terakhir dan apa yang disebut sebagai ibu kota kelompok Negara Islam atau ISIS, jatuh. Namun dampak dari tahun-tahun penuh gejolak itu masih terasa, terutama bagi sebagian perempuan Kristen dan Yazidi, yang selama itu ditawan, diperjualbelikan sebagai budak seks dan dipaksa memakai niqab (penutup wajah).

BBC berbicara dengannya tentang misinya yang menantang dan berbahaya.

Moustaffa adalah perempuan Kurdi berusia 34 tahun, lahir di Raqqa, wilayah Timur Laut Suriah.

(Baca juga: PBB: Ancaman ISIS Terhadap Keamanan Global Meningkat)

Dia memiliki gelar sarjana di bidang teknik sipil dan telah menjadi kepala Dewan Sipil Raqqa, sejak ISIS dikalahkan pada 17 Oktober 2017, oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung koalisi pimpinan AS.

Di bawah kepemimpinannya, ribuan pria dan perempuan bekerja berdampingan untuk membangun kembali apa yang telah dihancurkan perang.

(Baca juga: Pasukan Irak Tangkap Kepala Keuangan ISIS)

Dewan kota adalah salah satu dari beberapa badan regional yang dibentuk oleh SDF setelah pembebasan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya