Reisa menjelaskan pada saat itu positivity rate Bali itu berada dibawah 1%, artinya tingkat konfirmasi harian rendah. “Padahal indikator minimal positivity rate itu adalah 5%. Sedangkan angkat tracing atau penelusuran sudah naik yang rata-rata 5 orang per kasus terkonfirmasi kini jadi 8 orang atau lebih. Meski idealnya ada 15 orang ya.”
“Kita juga lihat BOR atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dibawah 10%. Itu jauh dengan angka yang ditetapkan oleh WHO, kalau WHO menetapkan standar minimal dibawah 60%,” paparnya.
Tentunya, kata Reisa dengan adanya terus menurun, kesembuhan tetap terus tinggi, angka kasus aktif berkurang, dan case fatality turun. “Maka beberapa upacara besar ya keagamaan itu sudah boleh dilakukan kembali itu,” katanya.
(Khafid Mardiyansyah)