JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengungkap maraknya pelaku ekonomi yang terjerat tindak pidana korupsi. Bahkan, hampir setiap kasus korupsi yang ditangani KPK, mayoritas melibatkan pelaku ekonomi. Oleh karenanya, KPK belum lama ini membentuk Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha.
Demikian diungkapkan Firli saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Anti Korupsi Badan Usaha yang bertajuk 'Mencegah Korupsi: Mengikis Suap di Perizinan Perumahan'. Dalam webinar yang ditayangkan di akun YouTube KPK tersebut, hadir pula Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
Baca juga: KPK Ingatkan Kementan Perkuat Integritas untuk Cegah Korupsi
"Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha, kami bentuk karena niatannya adalah begitu banyak kalangan swasta, pelaku ekonomi yang terlibat di dalam praktik-praktik korupsi. Karena menduduki peringkat pertama tindak pidana korupsi dilakukan dan melibatkan para kalangan swasta dan pelaku ekonomi," ungkap Firli, Selasa (2/11/2021).
Firli menjelaskan, Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha dibentuk setelah adanya Undang-Undang baru KPK. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya praktik korupsi yang melibatkan para pelaku ekonomi. Sebab, menurut Firli, para pelaku ekonomi sangat besar andilnya dalam kemajuan bangsa.
Baca juga: Ketua KPK : Jawa Barat Jadi Provinsi dengan Kasus Korupsi Terbanyak
"Itulah keinginan kita, bagaimana kita bisa mencegah supaya rekan-rekan anak bangsa, pelaku usaha yang telah memberikan andil besar untuk kemajuan masyarakat, kemajuan bangsa, tidak terlibat dengan praktik-praktik korupsi," ucapnya.
Firli membeberkan, Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha memiliki enam sektor perhatian. Keenam sektor perhatian tersebyt bergerak di bidang kesehatan; infrastruktur; minyak dan gas (migas); kehutanan; pangan; serta keuangan. Dalam kesempatan itu, Firli mengajak kepada para pelaku ekonomi untuk menjauhi segala bentuk praktik korupsi.
"Hari ini memang kita mengajak rekan-rekan yang memberikan andil dalam sektor infrastruktur termasuk perumahan di dalamnya. sektor infrastruktur dan perumahan memberi andil besar kepada pertumbuhan ekonomi, tidak hanya sekadar pertumbuhan ekonomi tetapi juga telah membangkitkan satu tempat industri yang berpengaruh dengan sektor perumahan dan infrastruktur," pungkasnya.
(Awaludin)