6 Tahun Memimpin Kalteng, Sugianto Sabran Dicintai Masyarakatnya dan Dibenci Pelanggar Hukum

Karina Asta Widara , Jurnalis
Rabu 03 November 2021 14:44 WIB
Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran (Foto: Dok Pemprov Kalteng)
Share :

Hilirisasi yang dicita-citakan untuk kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah, bukan untuk mensejahterakan segelintir orang saja dan menyisakan dampak buruk khususnya bagi masyarakat setempat. Tentu banyak pihak yang merasa keberatan dengan kebijakan pro rakyat Gubernur Sugianto, tetapi pilihan sudah dibuat, tindakan sudah dilakukan dengan cepat.

Langkah tegas Gubernur Sugianto untuk menertibkan pengelolaan sumberdaya alam di Kalimantan Tengah tak sedikit menuai kecaman banyak pihak. Hingga akhir-akhir ini Gubernur dengan gelar Temanggung Antang Pasihai yang berarti pemimpin yang mampu mengayomi melindungi dan panutan masyarakat itupun di ancam akan dibunuh oleh oknum tertentu.

Terlihat dari postingan pada 24 Oktober 2021 pukul 16.37 WIB yang diposting oleh akun Facebook Hagai Kristian Ajoy pada Grup Penyedot yang menyampaikan ancaman “matei badaha ikau gawi kuh amun sampai sedot nutup muh..” yang berarti mati berdarah kamu kubuat jika sampai menutup sedot (sedot emas) dan berlanjut pada postingan yang turut mengancam Presiden RI pada 27 Oktober 2021 pukul 16.49 WIB ”Ayo pak jokowi presiden RI jangan kecewakan saya,atau saya semblih anda”.

Dua postingan dan beberapa postingan lainnya ini cukup memprihatinkan, jangan sampai masyarakat menilai postingan ini tidak ditindaklanjuti secara hukum oleh pihak kepolisian bahkan jangan sampai masyarakat mengira tindakan ini ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu untuk memecahbelah masyarakat Kalimantan Tengah.

Sudah ada beberapa unsur ormas dan perwakilan masyarakat yang mengajukan laporan kepada kepolisian namun hingga saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya