Tidak hanya proses karantina, potensi kenaikan biaya umrah juga tergantung pada vaksin. Terlebih lagi, Arab Saudi meminta jamaah umrah asal Indonesia melakukan vaksin booster, sebab mayoritas masyarakat Indonesia mendapatkan vaksin yang tidak diterima oleh Arab Saudi meski sudah diakui WHO.
"Vaksinnya juga sama, apakah vaksinnya juga bayar artinya dibebankan kepada jamaah. Itu kan akan mengubah kompenen biaya perjalanan umrah, yang kita siapkan adalah skenario yang terbaik yang tidak terlalu memberatkan tapi juga harus dipahami bahwa ibadah umrah itu kan individu dan juga mitra utamanya PPIU, ada PIHK itu juga di situ terlibat," ujarnya.
"Pemerintah hanya menyiapkan regulasinya. Mudah-mudahan dari sisi itu ada banyak perubahan juga ke depan, kita melihat bahwa Saudi sudah membuka diri, sudah banyak hal kebijakan terkait pembatasan sudah dikurangi," tambahnya.
(Khafid Mardiyansyah)