JAKARTA - Banjir bandang melanda Kota Batu, Jawa Timur pada Kamis 4 November 2021. Merujuk data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu pada Sabtu 6 November, banjir bandang tersebut menyebabkan 7 orang meninggal dunia dan 89 KK terdampak.
Demikian informasi dari BNPB yang diterima Okezone, Senin (8/11/2021).
Sementara itu, kerugian materil yang ditimbulkan atas kejadian bencana banjir bandang itu meliputi 35 unit rumah rusak, 33 unit rumah terendam lumpur, 73 unit sepeda motor rusak, 7 unit mobil rusak, 107 hewan ternak hanyut dan 10 kandang ternak rusak berat.
Baca Juga: BMKG Minta 8 Daerah di Jatim Siaga Banjir Bandang
Untuk mengetahui penyebab banjir bandang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wali Kota Batu, dan jajaran Forkompimda melakukan survei udara menggunakan helikopter jenis Bell 412, pada Sabtu 6 November 2021.
Dari survei udara tersebut, terlihat adanya titik-titik longsoran kecil di tebing aliran lembah sungai bagian hulu, yang membuat bendung-bendung alam dari material longsoran dan pohon-pohon tumbang. Selain itu, pada wilayah hilir terlihat perkebunan semusim sepanjang bantaran kali hingga tebing sungai. Vegetasi yang ditanam tidak memiliki akar yang kuat untuk mengikat tanah dan menyerap air.
Dari kondisi tersebut pada saat hujan intensitas tinggi, bendung-bendung alam ini diduga hancur oleh debit air besar yang kemudian membawa material longsor, pohon-pohon tumbang dan sedimen dari kebun semusim ke wilayah pemukiman warga.
Baca Juga: Kesaksian Korban Banjir Bandang di Batu: Seperti Kiamat
(Arief Setyadi )